Informasi Pendaftaran Siswa

Informasi Pendaftaran Siswa Baru SMK Pariwisata Kertayasa ... Selengkapnya

Online Staff

Hubungi kami di (0361) 8987080, 7800745 atau dengan staff kami yang sedang online. Selengkapnya

Lokasi Sekolah

SMK Pariwisata Kertayasa berlokasi di Jalan Raya Tebongkang, Ubud - Gianyar

Selengkapnya

Selamat Datang di SMK Pariwisata Kertayasa

Selamat datang di SMK Pariwisata Kertayasa yang merupakan Sekolah Kejuruan SLTA yang bergerak di bidang pariwisata dengan program keahlian "Akomodasi Perhotelan, UJP, tata Boga, Spa dan Kecantikan" dengan Visi menyiapka tenaga perhotelan yang profesional, mandiri, kompeten, kompetitif, berbudaya dan berkarakter bangsa.

Kinerja Guru

Secara ideal, guru adalah insan pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran esensial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka menjadi penting jika profesi itu harus terus dikembangkan secara berkelanjutan hingga secara bertahap tercapai mutu guru yang memiliki kompetensi, baik pedagogik, sosial, kepribadian maupun kompetisi profesional.

Upaya peningkatan mutu guru terus dilakukan melalui berbagai pelatihan, khususnya terkait dengan ilmu pendidikan dan penguasaan bahan ajar. Terakhir, tahun 2007, pemerintah mulai melaksanakan program sertifikasi guru yang merupakan amanah dari UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi syarat kualifikasi pendidikan dan kompetensi. Pemberiannya dilakukan melalui 2 cara, yaitu pendidikan profesi bagi calon guru (prajabatan) dan uji kompetensi bagi guru yang telah memangku jabatan. Sertifikasi ini maksudkan untuk meningkatkan mutu yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan, berupa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.

Tunjangan profesi dimaksudkan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan dengan penampilan yang lebih ngejreng, namun juga untuk peningkatan kompetensi, misalnya dengan mengikuti diklat mandiri, studi lanjut juga pengadaan sarana yang mendukung bidang tugas pokoknya, seperti pembelian buku, komputer, fasilitas internet dan sebagainya. Namun tidak menutup mata di lapangan masih ada, bahkan mungkin banyak guru penerima tunjangan profesi, menggunakannya untuk sekadar mengurangi beban utang yang ditanggungnya pada masa-masa sulit sebelumnya.

Penilaian Kinerja

Tunjangan profesi yang banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak tentu menyimpan pesan moral mulia, berupa harapan terjadinya peningkatan mutu guru yang tercermin adanya peningkatan proses pembelajaran dan mutu lulusan yang lebih baik. Harapan ini memang wajib diwujudkan namun harus disadari semua pihak perlunya kesabaran maka upaya penyadaran terus dilakukan melalui berbagai penataran, diklat, lokakaryadan sejenisnya kepada guru setelah sertifikasi. Namum limit waktu tetap harus ditentukan, tepatnya mulai 1 Januari 2013 atau tahun pembelajaran 2012/ 2013, setelah 5 tahun sertifikasi guru berjalan wajar jika pemerintah dan masyarakat menagih kinerja guru dengan diberlakukannya penilaian kinerja guru yang merupakan implementasi Peraturan Menpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Ke depan penilaian kinerja guru akan menjadi dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karier guru, khususnya dari subunsur pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan. Jika sebelumnya penetapan angka kredit (PAK) lebih menekankan pada penilaian berdasarkan studi dokumen, selanjutnya akan ditekankan pada pengamatan selama proses pembelajaran dan informasi dari pihak ketiga (siswa, rekan kerja dan atasan).

Penilaian kinerja guru juga sebagai masukan bagi semua guru untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu keprofesiannya maka penilaian itu akan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Perbedaanya, guru yang telah memenuhi standar penilaian, akan memprogramkan kegiatan peningkatan kompetensi secara mandiri.

Bagi guru yang belum memenuhi standar penilaian harus dilakukan pendampingan oleh guru lain untuk menjalankan program peningkatan kompetensinya. Persiapan implementasi kebijakan ini sudah mulai dilakukan dengan adanya diklat dan ujian district core team (DCT) calon assessor dan trainer penilaian kinerja guru. Penilaian kinerja guru dan turunannya, pengembangan keprofesian berkelanjutan, hendaknya tidak dianggap menyulitkan guru, karena semua itu dimaksudkan untuk mewujudkan guru yang profesional. (Sumber: Suara Merdeka 28 Nopember 2011).

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

MOS 2015

Pelepasan 2013

Seputar Sekolah

Polling

Jurusan Apa yang Anda Minati ?
 

Gallery Foto

Social Sharing

Facebook

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Link Terkait

Hubungi Kami !

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Silahkan Tinggalkan Pesan untuk menghubungi Kami.